Begini Cara Hacker Memanfaatkan Coronavirus untuk Meretas Korbannya

Wabah Coronavirus telah mengganggu seluruh dunia tanpa terkecuali Indonesia. Coronavirus telah mempengaruhi semua orang, termasuk operator bisnis pun terganggu dengan hal ini. Setiap orang terganggu,hal ini dimanfaatkan oleh para peretas jahat.

Sebelumnya pada Januari lalu, hacker menggunakan coronavirus dengan meluncurkan email yang menginfeksi Malware di komputer. Namun sekarang, sekali lagi mereka menggunakan Coronavirus untuk menginfeksi Malware di komputer. Kali ini para Hacker menggunakan Peta Coronavirus ( Coronavirus Maps ).

Begini Cara Hacker Memanfaatkan Coronavirus untuk Meretas Korbannya

Hacker Menyebarkan Malware Melalui Peta Coronavirus

Beberapa Organisasi telah membuat dashboard untuk menyimpan catatan tentang Coronavirus, dan sebagian besar orang mengandalkan dashboard ini. Jadi, para peretas menggunakan cara ini untuk menyuntikkan Malware ke komputer pengguna.

Seorang peneliti dari Reason labs, Shai Alfasi, menemukan bahwa para peretas sekarang menggunakan peta pelacak Coronavirus untuk mencuri informasi para pengguna seperti nama, kata sandi, nomor kartu kredit, dan banyak lagi informasi yang disimpan di browser pengguna.

Hacker membuat situs web yang terkait dengan coronavirus sehingga pengguna dapat mengunduh aplikasi, dan itu akan membuat Anda terus diperbarui tentang situasinya. Anda tidak perlu menginstal aplikasi; ia akan menunjukkan kepada Anda peta Coronavirus bagaimana penyebarannya. Peretas menggunakan situs web ini untuk membuat file malware yang diinstal pada PC Anda.

Sebagian besar situs web yang dibuat oleh Peretas sama seperti peta aslinya. Peta-peta ini melacak wabah virus virus, tetapi situs web ini memiliki URL yang berbeda dari penyedia original.

Saat ini, malware ini hanya memengaruhi OS Windows, tetapi para peneliti mengatakan peretas ini akan mendapatkan versi baru yang dapat memengaruhi sistem lain juga.

Alfasi, seorang peneliti mengatakan, peretas menggunakan perangkat lunak malware yang dinamai AZORult, yang ditemukan pada 2016. Perangkat lunak AZORult ini mencuri data dari komputer Anda dan menyuntikkan malware lainnya. Itu dapat mencuri informasi pribadi Anda dari komputer Anda, termasuk kata sandi.
"AZORult ini digunakan untuk mencuri riwayat penjelajahan, cookie, ID / kata sandi, cryptocurrency dan banyak lagi. Itu juga dapat mengunduh malware tambahan ke perangkat yang terinfeksi. AZORult umumnya dijual di forum underground Rusia untuk tujuan mengumpulkan data sensitif dari komputer yang terinfeksi." Kata Alfasi dalam bahasa Inggrisnya
Menurut laporan, varian baru AZORult dapat menginstal akun admin rahasia untuk melakukan serangan jarak jauh. Jadi, waspadalah terhadap peretas ini. Jangan mengunduh aplikasi atau peta pembaruan coronavirus yang palsu.

2/Post a Comment/Comments

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama