Riset Keyword Blog Gratis: Google Trends + Ubersuggest

Riset Keyword Blog Gratis: Google Trends + Ubersuggest

Banyak blogger menulis artikel berdasarkan apa yang mereka anggap menarik. Hasilnya? Artikel bagus yang tidak ada yang baca karena tidak ada yang mencarinya di Google.

Riset keyword adalah cara untuk membalik logika itu — mulai dari apa yang dicari orang, bukan dari apa yang ingin Anda tulis. Dan kabar baiknya, Anda tidak perlu bayar Rp 800.000 per bulan untuk Ahrefs atau SEMrush untuk melakukannya.

Google Trends dan Ubersuggest, keduanya gratis, sudah lebih dari cukup untuk blogger pemula menemukan keyword yang layak dikejar. Artikel ini membahas cara pakai keduanya secara terstruktur — bukan hanya "buka situsnya dan ketik keyword" — tapi workflow yang bisa langsung menghasilkan daftar keyword siap tulis.


Apa yang Dimaksud dengan Keyword yang "Layak Dikejar"?

Sebelum masuk ke tools, kita perlu sepakati dulu kriteria keyword yang worth it untuk blog pemula.

Keyword yang layak dikejar memenuhi tiga syarat sekaligus:

Kriteria Target untuk Blog Pemula
Volume pencarian 500 – 10.000 per bulan
SEO Difficulty (SD) Di bawah 40
Search Intent Sesuai dengan konten yang bisa Anda buat

Volume terlalu kecil (di bawah 500) = terlalu sedikit yang mencari, traffic tidak signifikan meski ranking 1.

Volume terlalu besar (di atas 50.000) = kompetitor besar sudah mendominasi, blog baru tidak akan bisa bersaing.

SD terlalu tinggi (di atas 60) = butuh ratusan backlink untuk bisa masuk page 1, tidak realistis untuk blog baru.

Sweet spot untuk pemula: keyword dengan volume 1.000-5.000 per bulan dan SD di bawah 35. Keyword seperti ini cukup banyak dicari tapi belum terlalu ramai kompetitor.


Tools yang Dipakai di Artikel Ini

Tools Fungsi Utama Gratis?
Google Trends Validasi tren, bandingkan keyword, temukan keyword musiman 100% gratis
Ubersuggest Volume pencarian, SEO Difficulty, keyword ideas Gratis (3 pencarian/hari)
Google Search Console Keyword yang sudah masuk Google dari blog Anda Gratis
Google Autocomplete Temukan long-tail keyword 100% gratis

Kita akan fokus ke Google Trends + Ubersuggest sebagai kombinasi utama, dengan Google Autocomplete sebagai starter gratis tanpa batas.


Tahap 1: Temukan Ide Keyword dengan Google Autocomplete

Sebelum buka tools apapun, mulai dari Google itu sendiri.

Google Autocomplete adalah fitur yang menampilkan saran pencarian saat Anda mengetik di kolom search. Saran ini bukan tebakan acak — ini adalah data pencarian real dari jutaan pengguna.

Cara kerja:

  1. Buka google.com (pastikan tidak login, atau pakai Incognito)
  2. Ketik topik umum yang relevan dengan blog Anda — jangan tekan Enter dulu
  3. Catat semua saran yang muncul di dropdown

Contoh untuk blog teknologi:

Ketik: cara install Autocomplete: cara install Windows 11, cara install Python, cara install aplikasi di HP, cara install ulang laptop...

Ketik: hp android Autocomplete: hp android murah, hp android terbaik 2026, hp android lemot tiba-tiba...

Trik tambahan — gunakan huruf setelah keyword:

Ketik cara mengatasi hp (spasi), lalu tambahkan huruf a, b, c... satu per satu:

  • cara mengatasi hp android lemot
  • cara mengatasi hp baterai cepat habis
  • cara mengatasi hp cepat panas

Teknik ini menghasilkan puluhan ide keyword dalam hitungan menit tanpa tools berbayar.

Catat semua ide di spreadsheet (Google Sheets atau Excel). Kolom yang dibutuhkan: Keyword | Volume (diisi nanti) | SD (diisi nanti) | Catatan.


Tahap 2: Validasi Tren dengan Google Trends

Punya daftar keyword? Jangan langsung nulis artikel. Validasi dulu apakah keyword tersebut trennya naik, stabil, atau justru sedang turun.

Google Trends menampilkan popularitas relatif sebuah keyword dari waktu ke waktu, dalam skala 0-100. Angka 100 berarti puncak popularitas. Angka 0 berarti terlalu sedikit data.

Cara Buka dan Setup Google Trends

  1. Buka trends.google.com
  2. Ubah lokasi dari "Seluruh Dunia" ke "Indonesia" — ini kesalahan paling umum pemula. Data global tidak relevan kalau target pembaca Anda orang Indonesia
  3. Atur periode ke "12 bulan terakhir" untuk lihat pola tren tahunan

Cara Riset Keyword di Google Trends

Langkah 1: Masukkan keyword

Ketik keyword pertama dari daftar Anda di kolom "Jelajahi". Mulai dengan yang umum dulu, bukan yang terlalu spesifik.

Contoh: ketik cara mengatasi hp lemot

Langkah 2: Baca grafik tren

Grafik yang muncul menunjukkan popularitas keyword dari waktu ke waktu.

Pola yang bagus (worth pursuing):

  • Grafik stabil di kisaran 40-80 sepanjang tahun → keyword evergreen, traffic konsisten
  • Grafik naik secara bertahap → keyword yang makin populer, bagus untuk dikejar sekarang
  • Spike musiman yang bisa diprediksi → tulis artikel 1-2 bulan sebelum spike terjadi

Pola yang perlu diwaspadai:

  • Grafik terus turun → minat orang berkurang, tidak ideal untuk investasi waktu
  • Spike sekali lalu turun drastis → topik viral yang sudah berlalu

Langkah 3: Cek "Penelusuran terkait" di bagian bawah

Ini harta karun yang sering diabaikan. Google Trends menampilkan dua kolom di bagian bawah:

  • Topik terkait yang populer — keyword terkait yang trennya naik saat ini
  • Penelusuran terkait — keyword spesifik yang dicari bersamaan dengan keyword Anda

Perhatikan label "Meledak" (Breakout) — artinya keyword tersebut naik lebih dari 5.000% dalam periode tertentu. Ini adalah keyword yang baru populer dan belum banyak konten yang membahasnya. Peluang emas untuk ranking cepat.

Cara Bandingkan Dua Keyword di Google Trends

Punya dua keyword dan bingung mana yang lebih potensial? Google Trends bisa membandingkan keduanya langsung.

  1. Masukkan keyword pertama
  2. Klik "+ Bandingkan"
  3. Masukkan keyword kedua

Google Trends akan tampilkan grafik keduanya dalam satu chart. Keyword dengan area grafik yang lebih tinggi = lebih banyak dicari.

Contoh perbandingan:

  • cara hemat baterai hp vs cara cas hp yang benar

Kalau grafik pertama konsisten lebih tinggi sepanjang tahun, prioritaskan keyword pertama.

Cara Temukan Keyword Musiman

Google Trends sangat berguna untuk menemukan keyword musiman — keyword yang traffic-nya melonjak di bulan-bulan tertentu.

Ubah periode ke "5 tahun terakhir" untuk lihat pola yang berulang.

Contoh keyword musiman yang relevan untuk blog teknologi:

  • laptop untuk kuliah → spike setiap Juli-Agustus (menjelang tahun ajaran baru)
  • HP android murah → spike menjelang Lebaran dan akhir tahun
  • aplikasi tahun baru → spike Desember

Tulis artikel tentang keyword musiman 1-2 bulan sebelum spike terjadi agar artikel sudah terindeks Google saat traffic melonjak.


Tahap 3: Analisis dengan Ubersuggest

Google Trends memberi tahu apakah keyword trennya bagus. Ubersuggest melengkapinya dengan data yang lebih spesifik: berapa banyak orang mencarinya per bulan dan seberapa sulit untuk ranking.

Cara Pakai Ubersuggest (Gratis)

  1. Buka app.neilpatel.com/ubersuggest
  2. Masukkan keyword dari daftar Anda
  3. Ubah lokasi ke Indonesia (pilih "ID - Indonesia" dari dropdown)
  4. Klik Search

Membaca Data Ubersuggest

Halaman hasil Ubersuggest menampilkan beberapa metrik penting:

Search Volume Estimasi jumlah pencarian per bulan di lokasi yang dipilih.

Patokan untuk blog pemula:

  • Di bawah 500: terlalu kecil
  • 500 – 5.000: sweet spot
  • Di atas 10.000: kompetisi berat

SEO Difficulty (SD) Skala 0-100 yang menunjukkan seberapa sulit untuk masuk page 1 Google.

  • 0-29: Mudah (blog baru bisa bersaing)
  • 30-49: Sedang (butuh konten yang benar-benar bagus)
  • 50-69: Sulit (butuh backlink)
  • 70+: Sangat sulit (domain authority rendah hampir mustahil)

CPC (Cost Per Click) Berapa pengiklan bayar per klik untuk keyword ini di Google Ads. CPC tinggi artinya keyword ini bernilai komersial — bagus untuk monetisasi blog dengan iklan.

Paid Difficulty (PD) Seberapa kompetitif keyword ini di iklan berbayar. Tidak terlalu relevan untuk organic SEO, tapi bisa jadi indikator nilai komersial keyword.

Fitur "Keyword Ideas" di Ubersuggest

Setelah melihat data keyword utama, scroll ke bawah untuk lihat Keyword Ideas — daftar keyword terkait yang mungkin lebih mudah dikejar.

Klik tab:

  • Suggestions: keyword yang mirip dengan yang Anda cari
  • Related: keyword yang sering dicari bersamaan
  • Questions: pertanyaan yang mengandung keyword Anda (sangat bagus untuk artikel how-to)

Contoh:

Keyword utama: cara mengatasi hp lemot

Keyword ideas dari Ubersuggest:

  • cara mengatasi hp android lemot dan panas (Volume: 1.200, SD: 22) ← worth it!
  • cara mengatasi hp lemot tanpa factory reset (Volume: 880, SD: 18) ← worth it!
  • cara mengatasi hp lemot setelah update (Volume: 2.100, SD: 31) ← worth it!

Catat semua keyword dengan SD di bawah 40 ke spreadsheet Anda.

Batasan Ubersuggest Versi Gratis

Ubersuggest gratis membatasi 3 pencarian per hari. Ini memang terbatas, tapi cukup kalau Anda riset dengan efisien.

Tips maksimalkan 3 pencarian:

  1. Gunakan satu pencarian untuk keyword utama
  2. Gunakan satu pencarian untuk keyword kompetitor (masukkan URL blog kompetitor untuk lihat keyword apa yang mendatangkan traffic ke mereka)
  3. Simpan satu pencarian untuk keyword yang paling menjanjikan dari Keyword Ideas

Tahap 4: Validasi dengan Google Search Console (Untuk Blog yang Sudah Jalan)

Kalau blog Anda sudah ada konten dan sudah terhubung ke Google Search Console (GSC), ada sumber keyword gratis yang sering diabaikan.

GSC menampilkan keyword yang sudah membawa pengunjung ke blog Anda — termasuk keyword yang posisinya masih di halaman 2-3 Google.

Keyword di posisi 10-30 adalah prioritas tertinggi untuk ditingkatkan. Konten untuk keyword ini sudah ada, Google sudah mengindeksnya, tinggal dioptimasi sedikit untuk naik ke halaman 1.

Cara cek di GSC:

  1. Buka search.google.com/search-console
  2. Pilih property blog Anda
  3. Klik Search results di sidebar
  4. Klik Average position untuk aktifkan kolom tersebut
  5. Filter: klik Position → ketik 10 di minimum, 30 di maksimum → Apply
  6. Anda akan lihat daftar keyword yang posisinya di halaman 2-3 Google

Keyword-keyword ini adalah low-hanging fruit — sedikit perbaikan konten, kemungkinan naik ke halaman 1 jauh lebih besar daripada menulis artikel baru dari nol.


Workflow Lengkap: Dari Ide ke Artikel Siap Tulis

Ini workflow yang kami pakai setiap merencanakan konten baru:

Langkah 1 — Brainstorm (5 menit)

Buka Google, ketik topik umum di kolom search, catat semua autocomplete suggestions. Target: 20-30 ide keyword kasar.

Langkah 2 — Filter dengan Google Trends (10 menit)

Masukkan 5-10 keyword terbaik ke Google Trends (Indonesia, 12 bulan terakhir). Buang keyword dengan tren turun. Tandai keyword dengan tren naik atau stabil.

Langkah 3 — Analisis dengan Ubersuggest (10 menit)

Masukkan 3 keyword paling menjanjikan ke Ubersuggest. Catat volume dan SD. Eksplorasi Keyword Ideas untuk cari variasi yang lebih mudah dikejar.

Langkah 4 — Pilih Keyword Utama + LSI Keywords (5 menit)

Dari semua data, pilih 1 keyword utama (volume cukup, SD rendah) dan 3-5 keyword pendukung (LSI) yang akan dimasukkan secara natural ke dalam artikel.

Langkah 5 — Cek Kompetitor (5 menit)

Search keyword pilihan di Google. Buka 3 artikel teratas. Catat: seberapa panjang artikelnya, apa yang mereka bahas, apa yang tidak mereka bahas. Pastikan artikel Anda bisa lebih lengkap atau punya angle yang berbeda.

Total waktu: 30-35 menit per artikel. Ini investasi yang sangat worth it dibanding menulis artikel tanpa riset yang akhirnya tidak dibaca siapapun.


Kesalahan Riset Keyword yang Sering Dilakukan Pemula

Menarget keyword terlalu kompetitif di awal

Mencoba ranking untuk "cara membuat blog" saat domain authority masih 0 adalah sia-sia. Mulai dari keyword yang sangat spesifik (long-tail) dulu, bangun otoritas, baru kejar keyword yang lebih kompetitif.

Tidak memperhatikan search intent

Search intent adalah tujuan di balik pencarian. Keyword "laptop gaming" punya intent membeli (commercial/transactional). Kalau Anda buat artikel how-to untuk keyword tersebut, artikel Anda tidak akan pernah ranking karena tidak sesuai dengan apa yang pencari inginkan.

Selalu tanya: orang yang search keyword ini mau apa? Informasi? Beli sesuatu? Perbandingan produk?

Riset sekali lalu tidak pernah diupdate

Tren berubah. Keyword yang volume-nya 3.000 setahun lalu bisa naik ke 8.000 sekarang — atau sebaliknya. Jadwalkan riset keyword ulang setiap 3-6 bulan, terutama untuk artikel lama yang trafficnya mulai turun.

Terlalu banyak keyword dalam satu artikel

Satu artikel, satu keyword utama. Memasukkan 5 keyword berbeda ke satu artikel membuat artikel tidak fokus dan Google bingung harus ranking artikel itu untuk keyword yang mana.


Ringkasan: Kombinasi Terbaik untuk Blog Pemula

Kalau harus pilih kombinasi tools untuk memulai riset keyword dari nol:

  1. Google Autocomplete → temukan ide tanpa batas, tanpa akun, tanpa biaya
  2. Google Trends → validasi tren, pastikan keyword masih relevan dan naik
  3. Ubersuggest → dapatkan angka volume dan SD yang konkret

Tiga tools ini sudah cukup untuk mengisi content calendar sebulan penuh. Ahrefs dan SEMrush bisa menyusul nanti saat blog sudah menghasilkan — bukan di awal saat budget masih ketat.

Yang lebih penting dari tools apapun adalah konsistensi: riset keyword yang dilakukan setiap minggu secara rutin jauh lebih berdampak daripada riset marathon sekali lalu tidak pernah diulangi.

Sudah pernah coba Google Trends untuk riset keyword blog? Keyword apa yang paling mengejutkan Anda saat melihat datanya? Ceritakan di kolom komentar!

Posting Komentar